Teknik Jadi Pemimpin yang Pintar

Dalam era informasi berikut tampaknya nilai-nilai kepemimpinan berfocus pada pencitraan diri, teknologi atau susunan kepribadian. Pencitraan diri seolah menjadi trik sukses seorang pemimpin. Pencitraan diri yang dibangun melalui media elektronik (internet) & media pasukan seolah menjadi penentu seorang pemimpin. Anggapan dibelakangnya adalah semakin naik daun seseorang, jadi hal berikut mengindikasikan jika dia berpengaruh dalam bangsa.

Namun beta berpendapat meskipun bahwa seorang pemimpin tanpa memiliki watak yang penting, maka dia tidak mempunyai pengaruh yang kuat tentang orang beda. Menurut beta popularitas seseorang tidak menyandarkan dia mempunyai pengaruh. Seorang pemimpin yang berpengaruh dia harus mempunyai sifat-sifat psikis atau sopan santun yang klasik yang membedakan dia secara orang beda (memiliki penguasaan karakter). Untuk memiliki akhlak yang mulia tersebut diperlukan pembiasaan semenjak dari mungil. Apa ukuran kepemimpinan yang berkarakter penting itu?

1. Mampu menaksir diri seorang diri dp bbm lucu secara sesuai

Seorang ketua yang berkarakter dia mampu menilai dirinya - khasiat dan kekurangannya, baik berdasar pada fisik, wawasan, keterampilan dan sebagainya. Dia merekam bahwa untuk menjadi pemuka dibutuhkan akhlak yang klasik yang bermuara pada hati nurani yang memampukan dia berlangsung adil, tepat, berani, tegas dan berintegritas

2. Dapat menilai situasi dan penetapan secara sesuai

Seorang pemimpin yang bertingkah laku dia dapat menghadapi situasi atau keadaan kehidupan yang dialaminya secara realistis. Dia mau menerima secara wajar apapun yang terjadi di dalam kehidupannya, tidak mengharapkan penetapan kehidupan tersebut sebagai sesuatu yang simpan.

3. Mampu menilai prestasi yang kedapatan secara realistis



Pemimpin yang berkarakter dia dapat berpendapat keberhasilan yang diperolehnya dan mereaksinya secara rasional. Dia tidak congkak atau menyebrangi superiority complex, apabila menyalin prestasi yang tinggi atau kesuksesan ribut. Sebaliknya bila dia mengalami kegagalan, dia pun tidak mereaksinya dengan frustrasi, tapi dengan kelakuan optimistis.

4. Menerima peranan dengan suka

Dia menyimpan keyakinan tentang kemampuannya dalam mengatasi masalah-masalah kehidupan serta pekerjaan yang dihadapinya. Dia pro rajin menerima tanggungjawab yang dikasih atasan beserta tulus serta ikhlas



5. Memiliki kerajaan

Dia meraup sikap bebas dalam cara berfikir serta bertindak. Dia mampu mengambil keputusan, menyasarkan dan mengembangkan diri dan menyesuaikan bangun dengan norma yang berlaku di lingkungannya.

6. Dapat mengontrol lubuk pribadi

Dia mampu mengendalikan emosi serta hal ini terbukti tatkala dia menyekat situasi yang membuat frustrasi, depresi atau stres, akan tetapi dia melakukan tindakan eksplisit atau positif.

7. Mengarah tujuan

Pemimpin yang berkarakter mampu merumuskan tujuan di setiap acara dan kehidupannya berdasarkan pertimbangan secara cukup umur (rasional), gak atas pendek paksaan atas luar. Dia berupaya mencecah tujuan dengan cara menyiarkan kepribadian, wawasan dan ketrampilan.

8. Berkiblat keluar (ekstrovert)

Pemimpin yang berkarakter bersikap respek tentang orang beda, empati lawan orang unik dan meraup kepedulian lawan situasi alias masalah-masalah lingkungan. Selain itu dia bertabiat fleksibel di dalam berfikir, menyanjung-nyanjung dan menganggap orang lain seperti dirinya. Dia merasa nyaman serta terbuka terhadap orang lain. Dia bukan membiarkan dirinya dimanfaatkan untuk menjadi korban orang lain dan meranapkan orang beda, karena kemusykilan dirinya.

9. Bertanggungjawab supel

Pemimpin yang berkarakter dia aktif berpartsipasi dalam kegiatan sosial & memiliki sikap bersahabat di dalam berhubungan beserta orang unik.

10. Meraup keyakinan ataupun harapan hidup yang kian baik

Pemimpin yang berkarakter mengarahkan hidupnya berdasarkan keyakinan agama, kemahiran dan nilai-nilai kehidupan yang dianutnya. Dia meyakini bahwa hidup mau menjadi kian baik, jika disertai dengan kerja mersik dan kelakuan optimis.